Rabu, 18 Maret 2009

Musik Seriosa

Pranawengrum 40 Tahun Menyusuri Musik Seriosa

Kompas/ninok leksono
Pranawengrum Katamsi
"Air mata pun titik, kar'na hatiku telah terganggu...."

Itulah baris terakhir lirik lagu Setitik Embun ciptaan Mochtar Embut yang Rabu (20/6) malam dinyanyikan Aning Asmoro Katamsi di Auditorium Erasmus Huis, Jakarta. Beberapa saat kemudian mengalun suara bening lain yang juga membuat malam makin mempesona, suara Binu Sukaman yang melantunkan Kisah Mawar di Malam Hari ciptaan Iskandar.

Keduanya, malam itu tampil untuk menyemarakkan acara senior mereka, Pranawengrum Katamsi, yang pada satu masa tak berlebihan disebut sebagai "Ibu Seriosa Indonesia". Rabu malam itu memperingati 40 tahun perjalanan kariernya di blantika musik seriosa, jenis musik yang berjaya di dekade tahun 1950-an dan 1960-an, seiring dengan maraknya pemilihan bintang radio oleh RRI, yang kemudian diperkuat oleh lahirnya media televisi. Musik ini membawa nuansa lebih serius daripada sekadar musik hiburan biasa. Mungkin para penggubahnya banyak mengagumi aria-aria opera, tetapi dengan memasukkan nuansa keindonesiaan menonjol. Musik seriosa kiranya bisa mengingatkan orang pada art song atau lieder yang banyak digubah, misalnya, oleh Franz Schubert.

Malam itu Pranawengrum tampil menyanyikan 13 dari 32 lagu yang dipilih dari khasanah musik seriosa Indonesia yang terentang selama lebih dari empat dasawarsa. Bagi mereka yang pernah mendengar satu-satunya rekaman Pranawengrum, malam itu seperti membawa kembali mereka ke satu saat di masa lalu, bukan saja ke saat ketika jenis musik itu berada di zaman keemasannya, tetapi juga saat Pranawengrum masih berada di puncak keindahan suaranya.

Di dalam rekaman tersebut ada pula Setitik Embun Mochtar Embut dan Kisah Mawar di Malam Hari Iskandar. Kini, Pranawengrum Katamsi seperti ingin mengabarkan bahwa generasi baru penyanyi musik seriosa telah lahir dengan Aning dan Binu yang amat piawai menyanyikan lagu-lagu yang pernah begitu dekat di hatinya itu.

***

EMPAT puluh tahun lalu, Pranawengrum yang berusia 18 tahun adalah gadis remaja berambut panjang yang tinggal di Jalan Purwanggan, Yogyakarta. Ia yang baru saja memenangi kejuaraan Bintang Pelajar se-Indonesia di Jakarta untuk jenis seriosa mulai dikenal masyarakat. Saat itu lah, yang juga dikenang dengan baik oleh N Simanungkalit-salah seorang gurunya-rupanya menjadi tonggak bagi perjalanan karier profesionalnya di bidang seni suara.

Pada saat itu pun Simanungkalit telah punya keyakinan Pranawengrum akan tumbuh menjadi penyanyi seriosa top, mengikuti penyanyi seriosa seniornya seperti Surti Suwandi, Sunarti Suwandi, Nani Yosodiningrat, dan Kusmini Projolalito.

Keyakinan atau ramalan Simanungkalit itu setahap demi setahap menjadi kenyataan. Setahun setelah kejuaraan di Jakarta, saat masih sebagai mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada, Pranawengrum yang juga menjadi harapan utama dan primadona universitasnya, tampil sebagai juara pertama dalam Pekan Kesenian Mahasiswa seluruh Indonesia di Denpasar Bali.

Setelah itu, tampaknya Pranawengrum tak terbendung lagi. Posisi di puncak seni seriosa Indonesia ini antara lain dilambangkan dengan keberhasilannya memenangi sebagai juara pertama selama tujuh kali kejuaraan Bintang Radio (dan TV) untuk tahun 1964, 1965, 1966, 1968, 1974, 1975, dan 1980. Karena mencapai prestasi tertinggi dalam lomba bintang radio dan TV, Pranawengrum mendapatkan penghargaan "Piala WR Supratman".

Sebagai seniwati musik, Pranawengrum sempat pula ikut menyaksikan perjalanan bangsanya, bukan saja mendapatkan piala dari Presiden Soekarno, tetapi juga ikut berangkat ke Irian Jaya untuk ikut ambil bagian dalam perjuangan itu, juga dalam masa transisi politik pasca-tahun 1965. Dalam satu konser ke Bandung dan Jakarta, rombongan seniman asuhan Pangdam Diponegoro Mayjen Surono sempat pula melihat Pranawengrum-seperti dituturkan Simanungkalit-harus membawa putrinya, Ratna, yang baru berumur dua bulan.

Tampil menghibur masyarakat yang merindukan musik indah bermutu tinggi boleh jadi menjadi salah satu kegiatannya selama ini. Selain tak jarang diiringi piano yang dimainkan oleh Ratna, yang kini mengajar di Yayasan Pendidikan Musik Jakarta, Pranawengrum juga pernah tampil bersama rombongan La Grande Opera, Twilite Orchestra, Orkes Remaja Bina Musika, dan Orkes Simponi Jakarta.

Prana juga menjadi solis tamu dalam Pentas Paduan Suara Mahasiswa Nommensen Medan, membawakan Oratorium The Messiah (Handel), juga bersama Orkes mahasiswa Institut Seni Indonesia Yogyakarta pimpinan Ed van Ness membawakan The Creation (Haydn). Ia juga berkolaborasi dengan konduktor Richard Haskin dari Orkes PPIA, pemimpin koor N Simanungkalit, Max Rukmarata, dan FX Sutopo. Ilmu dan kepandaiannya di bidang suara juga ia berikan ke masyarakat dengan menjadi pelatih dan pembina sejumlah paduan suara.

***

KETIKA generasi penerus telah hadir, Pranawengrum yang kelahiran Yogyakarta 28 Maret 1943, merasa sebagian tugasnya juga telah ia laksanakan. Bila Aning merupakan satu elemen penting dari generasi penerus penyanyi seriosa Indonesia, Prana telah berbuat lebih dari sebagai ibu, karena ia ikut membentuk pendidikan musik awal Aning.

Apa yang telah ia serap dari guru-gurunya: R Suwandi, Suthasoma, Kusbini, N Simanungkalit, dan di Jakarta juga Binsar Sitompul, Pranajaya, Annette Frambach, Sari Indrawati, EL Pohan, dan FX Sutopo - sedikit atau banyak, pastilah mengalir ke Aning. Bahkan kebiasaannya untuk berlatih, vocalising, di kamar mandi pun pasti juga melahirkan inspirasi musik, tidak saja bagi Aning dan Ratna, tetapi bahkan bagi Doddy, satu-satunya putra di keluarga Katamsi.

Dengan usia yang terus merayap, mungkin saja ada unsur-seperti power-yang mulai surut dari Pranawengrum. Tetapi, seperti ia perlihatkan Rabu malam lalu, kekhasan soprano ini tetap utuh: warna suara yang indah, presisi penempatan nada (pitch), dan kejelasan diksi (mengingat yang banyak ia nyanyikan bisa dikatakan adalah puisi Indonesia).

Semua itu bagi Pranawengrum adalah anugerah yang harus ia jaga, betapa pun usia perlahan mengikisnya. Melakukan olahraga hidup baru (Orhiba) dan jalan kaki adalah satu di antara upayanya untuk memperpanjang kemampuan olah vokalnya.

Selebihnya, penyanyi yang disunting oleh Dokter Amoroso Katamsi yang dikenal sebagai deklamator dan pemain teater/film ini, tetap menyukai perannya sebagai ibu rumah tangga yang senang memasak dan menjahit. "Yang saya masak hidangan kesenangan Mas Katam, seperti oseng-oseng sawi putih dan taoge," tutur nenek yang tak lama lagi akan memiliki cucu kelima ini menjelang Konser Perjalanan Kariernya Selasa lalu.

Bila masih ada keinginan yang hidup di hatinya, itu adalah "Melihat musik seriosa Indonesia kembali hidup seperti tahun 1960-an." Untuk itu ia masih ingin membuat rekaman apa yang pernah ia nyanyikan selama ini.

Konser 40 tahun kariernya tampak membuatnya amat terharu. Pada bagian kedua, saat ia menyanyikan Gugur Bunga ciptaan Ismail Marzuki, Pranawengrum tampak disergap keharuan amat sangat, sehingga genangan air mata sempat menghentikan sejenak nyanyiannya.

Mungkin saja karier Pranawengrum tidak sempat melahirkan efek gegap-gempita, baik oleh sebab jenis seni yang ia pilih, atau oleh pembawaan pribadinya yang sederhana. Tetapi, ia adalah juru bicara seni musik kelas tinggi, yang berjasa menggemakan ciptaan indah karya komposer besar Indonesia, dan mengantar generasi penerusnya dengan spirit dan inspirasi. Sementara dirinya sendiri, cukuplah seperti apa yang dilantunkan oleh penyanyi Tosca dari opera Tosca karya Puccini: Vissi d'Arte, hidupku untuk seni.

Senin, 16 Maret 2009

Song Keyboard

Dengan berbekal software Cakewalk pro audio 9, saya berusaha belajar membuat file midi, mudah-mudahan bisa menambah perbendaharaan koleksi pengunjung blog saya, mohon saran dan kritikan.

1.Yang terbaik Bagimu (Ada Band)
Kaulah Segalanya (Ruth Sahanaya)

Minggu, 15 Maret 2009

Belajar Gitar Klasik

Bermain Recorder Sopran

PRAKTEK RECORDER

Recorder atau seruling umum digunakan untuk pengajaran disekolah, recorder yang sering dipakai adalah recorder sopran, disamping recorder sopran ada juga recorder sopranino dan recorder alto.
Recorder sopran mempunyai wilayah suara dari c’ (semua lubang ditutup semua ) s/d b’’, tetapi untuk nada tinggi hampir dapat dipastikan bunyinya disonan sekali. Recorder termasuk alat musik melodis bukan ritmis (pengiring). Praktek musik akan dibagi menjadi 2 yaitu : praktek individu dan kelompok.

1. Penjarian Pada Recorder

0 1 2 3 7 6 5 4



Tangan kiri Tangan Kanan

1. Tangan kiri memegang seruling bagian atas, tangan kanan bagian bawah
2. Kepala tegak dan bahu wajar ( tidak tegang )
3. Dada membusung dan kedua belah siku terangkat sehingga tidak menyentuh badan.
4. Sumber tiupan diletakkan diatas bibir bagian bawah, bibir bagian atas menyentuh sumber tiupan dengan wajar.
5. Jangan memasukkan sumber tiupan terlalu dalam sehingga menyentuh gigi, dan jangan digigit.


2. Tehnik Pernafasan dan Tiupan

Bernafas yang baik sama seperti kita bernyanyi yaitu menggunakan pernafasan diafragma, dan untuk menghasilkan tiupan yang bagus ucapkan seperti kata TU, tiupan harus rata jangan terlalu kuat meniup sehingga memekakkan telinga. Biasanya nada do (c’) adalah yang paling susah dibunyikan.

3. Tuning Pada Recorder (melaras)

Recorder bisa di laras, disesuaikan nadanya bila terdengar agak fals, tetapi biasanya naik turunnya nada tidak sampai ½ nada. Untuk melaras Recorder bisa dengan menarik bagian kepala atau ekor dari recorder dengan menyamakan bunyinya pada stem fluit, garputala atau keyboard.

LATIHAN – LATIHAN

Latihan Ritme Dalam 4/4



1.




2.




3.





4.




5.




Tangga Nada C Mayor




Bahan Praktek Individu
1.



2.



3.


4.



Bahan Praktek Kelompok


1.



2.



Tangga Nada G (1#)


Contoh Lagu – Lagu Dalam Tangga nada G

3.

Dasar-Dasar Bermain Keyboard

Praktek Bermain Keyboard

Alat musik ini sekarang juga popular di masyarakat, tetapi banyak orang yang menyebut dengan electone. Sekarang banyak digemari karena memiliki sound (voice) yang banyak dan Style yang beraneka ragam. Ada 2 jenis keyboard yang berkembang, yaitu :

Jenis portatone dan jenis Sinthezyzer , perbedaannya jenis portatone memilki speaker internal dan macam – macam irama sedangkan jenis Sinthezyzer mengandalkan suara (voice) dan tidak memiliki Speaker internal.

Olah Vokal

5. Ekspresi ( Menjiwai Nyanyian )

Dalam pengalaman sehari hari sering kita lihat orang bernyanyi tidak dengan hati, maksudnya bernyanyi dengan sepenuh hati dalam suasana musik, melupakan hidup sehari hari, menghayati isi nyanyian dsb. Disamping teknik vocal yang mendukung perlu diketahui beberapa hal berikut ini :


a. Dinamika ( merubah volume suara )

Perubahan keras atau lembut sesuai dengan tanda-tanda dinamika atau perasaan.

Tanda - tanda dinamika

pp = pianissimo : dinyanyikan dengan sangat lembut

p = piano : dinyanyikan dengan lembut

mf = mezzoforte : dinyamyikan dengan sedang

f = forte : dinyanyikan dengan keras

ff = fortissimo : dinyanyikan dengan sangat keras

= crescendo : makin lama makin keras

= decrescendo : makin lama menjadi lembut

catatan :

- bagian sebelum klimaks disertai crescendo

- bagian sesudah puncak disertai decrescendo

b. Tempo

Ketepatan interpretasi tempo pada suatu lagu akan menghasilkan sesuatu yang baik. Jika keliru menafsirkan akan mempengaruhi karakter lagu tersebut.

Sering-seringlah mencoba lagu dengan tempo yang tidak sama kemudian tentukan tempo mana yang paling sesuai.

Tanda-tanda yang dipergunakan adalah :

Rit. = ritardando : menjadi lambat

Rall = rallentando : menjadi lambat

Acc. = accelerando : semakin cepat

String. = stringendo : mendesak agar tempo dipercepat

Catatan :

- bagian sebelum klimaks : crescendo disertai sedikit accelerando

- bagian sesudah klimaks : decrescendo disertai sedikit ritardando

c. Gaya Lagu

    1. gaya legato

gaya lagu ini untuk lagu yang lembut, pelan, manis, tenang, hubungan kata selalu

bersambungan (legato), membutuhkan nafas yang baik.

  • marcato

kesan semangat, tegas, syair diberi tekanan- tekanan.

  • staccato

dinyanyikan pendek pendek dan terputus putus seakan lepas dari ikatan, meledak ledak.

  • rubato

lebih bebas berekspresi, improvisasi, penjiwaan alamiah sesuai karakter lagu asla

masih dalam batas batas atau kaidah yang berlaku .

d. vibrato ( suara yang hidup)

vibrato yang baik sebaiknya :

- bergelombang rata/stabil

- bergelombang sedikit saja, tidak sampai setengah nada

vibrato jangan di buat- buat, hindari ketegangan, maka akan timbul vibrato yang wajar, jaga jangan sampai over.

e. Karater huruf hidup

Huruf hidup dapat dinyanyikan dengan terang dan gelap sesuai pesan lagu.

Huruf gelap : mengungkapkan suasana sedih, murung, agung.

Huruf terang : memperkuat kesan gembira, ringan, semangat, hidup, indah, lincah.

f. Register suara

Dapat di bedakan ada 3 register suara manusia yaitu :

- suara dada

- suara tengah

- suara kepala (valset)

a b c’ d’ e’ f’ g’ a’ b’ c’’ d’’ e’’ f’’’ g’’ a’’ b’’

suara dada suara tengah suara kepala

- suara dada ; dari a s/d e’ : terjadi resonansi dada, mudah tercampur bunyi ‘h’, (nafas menjadi boros).

- Suara tengah : dari e’ s/d e’’ : mudah dinyanyikan, resonansi terjadi di tenggorokan dan rongga mulut.

- Suara kepala (falset) : dari e’’ s/d b’’ : resonansi sepenuhnya di rongga hidung, rongga dahi, rongga tulang baji, bunyinya halus dan lembut.

Batas batas diatas tidak mutlak,tergantung dari kondisi penyanyinya sendiri.

Dalam bernyanyi yang baik seakan akan hanya ada satu register saja.

g. Attack dan release ( awal dan akhir)

kesan pertama penonton adalah rasa kepercayaan diri, musikalitas tinggi, serta konsentrasi, sedangkan release (ending) merupakan kesan terakhir penampilan, usahakan ada kesan mendalam, mampu menarik perhatian secara khusus misalnya :

mengakhiri suatu nyanyian dengan mengulang kalimat terakhir dengan berbagai penerapan tehnik, antara lain :

- mengadakan perubahan tempo semakin lambat dan semakin kuat.

- Mengubah jenis ending dari lembut menjadi ending yang gagah.

- Menggunakan teknik fade out ( hilang secara perlahan lahan)

- Menggunakan improvisasi improvisasi tapi masih pada jalurnya.

LOMBA MAPEL TINGKAT SD


Berikut ini adalah foto-foto lomba mata pelajaran bidang kesenian ( seni musik ), hampir tiap tahunnya berhasil menjadi Juara 1, 2 ataupun 3 di tingkat Kabupaten Kediri





Mars SMA 1 Pare



Lagu ini syair ditulis oleh Ibu Ery Rusmawati, guru Biologi SMA 1 Pare, melodi saya sendiri dan aransemen 4 suara, bertujuan untuk dapat lebih meningkatkan semangat belajar anak-anak SMA 1 Pare.

MARS SMA 1 PARE

Sabtu, 14 Maret 2009

Video Classic Guitar Pilihan

video video

Gracia Voice


Gracia Voice merupakan kumpulan anak-anak sanggar musik gracia dengan format vokal group, berdiri tahun 2008 lalu dan berhasil menjadi finalis pada lomba vokal group di surabaya yg diadakan oleh salah satu supermarket terkenal di Indonesia, bertempat di Tunjungan Plaza lt.7

Partitur Lagu Anak-Anak



Kamis, 12 Maret 2009

Sanggar Musik Gracia


Sanggar musik ini milik saya sendiri, menerima kursus musik : Keyboard ( digital piano ), Vokal, Gitar Klassik dan Drum.
Berdiri sekitar 5 tahun yang lalu, hanya berbekal 1 buah keyboard merk rolland.
Sekarang sudah memiliki fasilitas belajar dengan ruangan kedap suara, AC, sarana recording dll.
Sanggar Musik Gracia juga melayani Pembuatan Song/style, minus One, edit lagu dll.
Sanggar musik gracia beralamat di Perum Puri Indah Blok A-1 Pelem Pare Kediri

Rabu, 11 Maret 2009

Style Yamaha PSR S900

Bagi pengguna Yamaha Series, beberapa koleksi style saya bisa di download gratis.
Style ini saya buat sendiri menggunakan PSR S-900, tetapi bisa juga digunakan untuk tipe PSR lainnya, sebelumnya mohon maaf bila kurang baik mutunya, semoga bisa menambah perbendaharaan koleksi style anda, trimakasih kunjungannya ke blog saya
STYLE PSR S900

Java Koplo

koplo jingkrak

Teori Harmoni

I. Ilmu Harmoni

Harmoni adalah keselarasan dalam musik disamping adanya unsure melodi dan ritme. Sedangkan ilmu harmoni adalah ilmu yang mempelajari mengenai tata suara. Penjelasan ini akan dibatasi pada penyusunan harmoni untuk instrument dan vocal saja dalam batas batas kemampuan siswa.

Harmonisasi pada alat musik:

1. Membuat suara ke 2 Pada recorder.

Alur melodi dapat kita bagi menjadi 3, yaitu :

a. bergerak sejajar :

b. bergerak menyimpang :




c.bergerak berlawanan arah :

Searah, melodi kedua selalu mengikuti melodi 1 dengan jarak terts

Gerak menyimpang

Berlawanan Arah

Selain menggunakan permainan interval seperti diatas kita dapat juga meletakkan akord diatas melodi utama, kemudian baru kita susun suara ke 2 berdasarkan anggota akord diatasnya, cobalah dengan menempatkan akord pada setiap nada yang ada :

Apabila melodi utama terlalu banyak atau rapat sekali bisa kalian tempatkan akord pada ketukan berat saja, kemudian yang lainnya menggunakan pendekatan interval.

Catatan :

- penggunaan interval tidak boleh lebih dari satu oktaf

- perhatikan wilayah suara dari recorder.

- Perhatikan juga karakter dari masing-masing interval yang kalian pilih

- Alur suara kedua harus melagu dengan baik

- Suara ke dua tidak selalu berada di bawah suara satu (melodi utama)

2. Mengisi Kekosongan ( dead spot )

Dalam sebuah lagu pasti ada saat saat kosong, nada panjang, tanda diam, atau dead spot. Pada tempat – tempat inilah kita bisa mengisi dengan isian (fill in ) yang serasi dengan melodi utama. Contoh pada lagu berikut :

Isian (fill in)

3. Harmoni pada perkusi

Seperti telah dijelaskan didepan, alat musik perkusi dapat di imitasi dengan benda-benda disekitar kita. Untuk memilih benda yang cocok kita harus menentukan dahulu alat apa yang akan kita tiru. Lebih detailnya nanti bisa di baca pada bab Aransemen. Sekarang yang akan kita bahas adalah bagaimana menuangkan ide dengan alat perkusi kedalam score (tulisan musik).

Untuk contoh, sekarang kita mempergunakan alat recorder, snare drum, dan bas drum. Snare drum di imitasi dengan tepuk, dan bas drum dengan bangku, atau kedua kaki dihentakkan ke lantai.

Untuk membuatnya kita harus mempunyai bayangan bagaimanakah bunyi drum yang sesungguhnya dan melodi yang kita pakai . Dari contoh diatas dapat kita coba untuk memberi bunyi-bunyian lagi selain bunyi diatas.

4. Harmoni Pada Vokal

Menyusun harmoni pada vocal prinsipnya hampir sama dengan alat musik, dan kita juga harus memperhitungkan wilayah (ambitus) nada vocal itu sendiri, bagaimana nanti suara yang kita buat bisa selaras , enak dan mudah dinyanyikan. Pada pengerjaan semacam ini seakan-akan tidak ada istilah salah dan benar, yang ada adalah indah dan tidak indah.

II. Aransemen Musik Sederhana

Pengertian aransemen adalah memperkaya melodi utama dengan bunyi-bunyian lain.

Pengerjaannya menggunakan teknik/ilmu harmoni seperti yang telah diterangkan diatas.

Sekarang yang akan kita bahas adalah lebih banyak porsinya ke bentuk penuangan ide dengan penulisan yang tertata rapi.Bentuk Musik yang sudah lengkap biasanya mempunyai bagian-bagian :

  1. Intro ( awal lagu)
  2. Tema lagu
  3. Interlude ( musik pertengahan lagu )
  4. ending, koda ( akhir Lagu )

Intro :

Sebelum kita mendengar melodi utama, biasanya terdengar alunan musik pengantar lagu yang disebut dengan intro. Untuk membuat intro bisa dengan beberapa macam cara yaitu

- mengambil melodi akhir dari lagu terpilih

- mengambil melodi awal

- membuat melodi baru yang sesuai dengan karakter lagu

- membuat ritme-ritme dengan menggunakan akord pengiring

Semua cara baik adanya, yang terpenting fungsi intro adalah memberikan patokan awal untuk masuk ke melodi utama, membawa penonton masuk suasana, mempermudah penyanyi untuk masuk kelagu dan juga dapat memberikan keindahan tersendiri.

Untuk contoh intro akan diberikan tersendiri di kelas.

Interlude ( Tengah-tengah lagu )

Interlude dipakai apabila memang dibutuhkan sebagai jembatan untuk mengulang tema lagu. Fungsinya adalah menghindari kemonotonan, memberikan fariasi tambahan, keindahan dan unjuk kebolehan dari pemain musik. Pembuatannya bisa mengulang lagu dengan instrumantalia, memainkan progresi akord, permainan perkusi dsb.

Ending ( koda )

Menutup lagu dengan ending mutlak dibutuhkan, fungsinya menunjukkan bahwa lagu sudah berakhir, memberikan kesan yang baik untuk pendengar, dan sebagai antiklimaks.

Langkah – langkah dalam menyusun arasnsemen musik :

  1. Tentukan lagu yang akan di garap
  2. Tentukan alat musik yang akan dipakai ( sesuai kelompok yang telah dibentuk)
  3. Tentukan irama apa yang cocok untuk lagu tersebut
  4. tentukan tempo yang paling ideal
  5. tentukan tangga nada yang dipakai (menyesuaikan alat dan vocal )
  6. Tentukan akord pengiring Untuk gitar atau keyboard
  7. Mulai mencoba membuat fill in
  8. Membuat suara ke dua, tiga dst.
  9. membuat bunyi-bunyian perkusi
  10. mulai membuat intro (awal lagu)
  11. mulai membuat interlude ( musik tengah-tengah lagu)
  12. mulai membuat ending ( akhir lagu)
  13. mempersiapkan scoring (penulisan )
  14. mulai berlatih
  15. apabila merasa ada yang kurang enak, jangan segan –segan untuk merubah

Contoh Bentuk Aransemen

Latihan & tugas

1. Susunlah suara ke dua untuk alat recorder dengan melodi utama dibawah ini :

2. Berilah akord diatasnya, kemudian susun suara 2 untuk vocal :

3. Buatlah isian untuk dead spot diawah ini :

4. Buatlah permainan perkusi untuk alat tepuk, bangku, dan pinsil yang diketuk dimeja !

5. Buatlah intro pendek 4 birama untuk lagu dibawah ini :

6. Cobalah juga membuat ending pada lagu yang sama ! (birama bebas).

7. Pilih salah satu lagu anak-anak terlampir, buat aransemen lengkap dengan alat :

recorder, gitar, keyboard, perkusi, dan vocal. Formasi seperti contoh dibawah :